Hukum & KriminalNews

Bukti Chat Kasus Guru Cabul di Kendari Dituding Editan, Kuasa Hukum Korban: Mari Kita Buktikan

×

Bukti Chat Kasus Guru Cabul di Kendari Dituding Editan, Kuasa Hukum Korban: Mari Kita Buktikan

Sebarkan artikel ini
Kuasa hukum korban, Nasruddin. Foto: Istimewa.

Portal.id, KENDARI – Kuasa hukum korban pencabulan, Nasruddin memberikan tanggapan atas pernyataan tim pembela Guru Mansur yang sebelumnya menyebut bukti percakapan WhatsApp dalam kasus dugaan pelecehan sebagai hasil editan.

Ditemui awak media, Nasruddin, menegaskan klaim tersebut tidak berdasar dan dapat dibuktikan melalui proses hukum.

“Ketika perkara ini mencuat, klien dan tim medsos kami menemukan ini (bukti chat). Kami tracking siapa pemilik nomor ini, kemudian kami temui orangnya,” ujar Nasruddin, Kamis (11/12/2025).

Setelah ditemukan, pihaknya bertemu langsung dengan pemilik nomor yang mengakui adanya percakapan dengan Mansur. Dalam proses penelusuran itu, terungkap pula adanya korban lain yang diduga mengalami perlakuan tidak etis dari Mansur.

“Sebagaimana yang terungkap di persidangan,” tambahnya.

Lanjut Nasruddin, dalam sebuah perkara terpisah, Mansur berperan sebagai saksi dan mengakui kepemilikan nomor ponsel yang sama. Mansur disebut sempat beralasan bahwa ia hanya ingin tahu karena suara anak korban yang mengenakan cadar itu terdengar seperti laki-laki.

Dalam persidangan, Mansur mengkonfirmasi bahwa nomor serta bukti chat yang dimunculkan oleh kuasa hukum korban memang benar miliknya.

Ungkap Nasruddin, ketika pihaknya menanyakan perihal chatnya yang meminta agar korban menghapus riwayat chat, Mansur terdiam, tidak memberikan penjelasan.

Ia menantang agar bukti chat tersebut diuji secara forensik, untuk mengetahui kebenarannya.

“Kalau diuji forensik akan terbuka semua. Jadi tidak usah ada omongan-omongan di medsos, mari kita buktikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kuasa hukum Mansur, Andri Darmawan menduga bukti chat yang ditunjukan kuasa hukum korban hasil editan. Menurutnya, terdapat kejanggalan pada nomor yang tertera dalam chat tersebut.

“Itu kelihatan nomornya, tidak ada di WhatsApp seperti itu, pakai awalan kode plus (+) 62, lalu diikuti angka nol dibelakang, kalau nomor baru yang belum tersave penerima itu kode plus kemudian angka 62, terus diikuti angka delapan. Jadi ini sudah pasti editan,” kata Andri.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id