Portal.id, KENDARI – Minat masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk berinvestasi di instrumen pasar modal mengalami lonjakan tajam. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra mencatat jumlah investor di Sultra yang tercermin melalui Single Investor Identification (SID) menembus angka 156.131 SID per Maret 2026.
Angka tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 76,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Pertumbuhan tertinggi dialami oleh instrumen reksa dana yang melesat 78,4 persen dengan total 147.550 SID, disusul oleh investasi saham dan Surat Berharga Negara (SBN).
Aktivitas perdagangan saham di Sultra juga tergolong tinggi. Nilai transaksi saham masyarakat daerah ini mencapai Rp447,92 miIiar dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 134.502 transaksi. Kota Kendari menjadi wilayah dengan basis investor terbesar, disusul oleh Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pemahaman risiko oleh masyarakat.
“Penguatan industri jasa keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan pelindungan konsumen agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bijak,” tegas Bismi.












