Kolaka — Penantian panjang masyarakat akhirnya terjawab. Jembatan Dhira Brata yang berlokasi di Kelurahan Sabilambo, Kabupaten Kolaka, resmi diresmikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M, pada Selasa (21/4/2026). Peresmian ini menjadi momentum penting bagi warga setempat yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses.
Turut hadir dalam kegiatan peresmian tersebut Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H, Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum, staf pendamping Wakapolri, Pejabat Utama Polda Sultra, Bupati Kolaka, Bupati Konawe, perwakilan Bupati Koltim dan Buton Tengah, Kapolres Kolaka AKBP Yudha Widyatama Nugraha, S.I.K., M.H., CPM, serta Forkopimda Kabupaten Kolaka.
Kapolda Sultra menyampaikan dalam sambutannya, Jembatan Dhira Brata merupakan jembatan gantung asimetris dengan panjang 30 meter dan lebar 1,2 meter. Berdasarkan hasil uji laik fungsi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kolaka, jembatan ini mampu menahan beban hingga 200 kilogram. Pembangunan jembatan dilakukan melalui swadaya masyarakat dengan dukungan dari CSR pihak swasta yang ada di Kolaka dan dalam pengerjaannya bahu membahu bersama masyarakat sebagai bentuk sinergi antara korporasi dan Polda Sultra dalam mendukung pembangunan.

Keberadaan jembatan ini membawa perubahan signifikan bagi kehidupan warga. Selama ini, masyarakat harus menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Saat kondisi normal, warga terpaksa berjalan melewati aliran sungai, sementara ketika banjir, mereka hanya mengandalkan jembatan bambu yang berisiko tinggi. “Ini merupakan atensi dari bapak presiden dan Kapolri, pembangunan jembatan Dhira Brata I merupakan wujud dari meningkatkan kualitas pelayanan polri kepada masyarakat dan di Polres jajaran terdapat 17 jembatan yang akan dibangun,” ungkap Kapolda.
Salah seorang warga, Udin, mengaku sangat merasakan manfaat dari pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa jembatan ini tidak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, tetapi juga memberikan rasa aman yang selama ini diharapkan masyarakat.
Setelah kurang lebih 20 tahun menanti, kehadiran Jembatan Dhira Brata menjadi simbol nyata kepedulian dan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Infrastruktur sederhana ini kini menjadi penghubung harapan baru bagi warga Kolaka dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.
Komjen Dedy Prasetyo dalam sambutannya mengatakan jembatan Dhira Brata merupakan bukti kerjasama strategis dan kolaborasi antara instansi pemerintah yang harus tetap dipertahankan untuk mewujudkan pelayanan masyarakat terkait dengan aksesbilitas.
“Pembangunan jembatan adalah contoh bagian dari kolaborasi dan sinergi lintas sektoral. Saat ini Polri juga mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” kata Komjen Dedy.
Wakapolri menambahkan dengan diresmikannya jembatan, kini akses yang lebih aman dan layak telah tersedia. Anak-anak dapat berangkat ke sekolah tanpa rasa khawatir, sementara aktivitas ekonomi warga menjadi lebih lancar. Mobilitas antarwilayah pun meningkat, membuka peluang baru bagi pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
“Dengan adanya Jembatan Dhira Brata, diharapkan tidak ada lagi cerita anak sekolah yang terlambat atau tidak bisa berangkat karena banjir,” pungkas Wakapolri. Jembatan ini kini berdiri kokoh sebagai penghubung asa sekaligus pendorong kemajuan ekonomi di Kelurahan Sabilambo demi masa depan Kabupaten Kolaka yang lebih baik.






