Portal.id, NASIONAL – Peta persaingan bisnis pembiayaan konsumer di sektor perbankan kini bergeser secara radikal. Fasilitas Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang akrab disebut pay later, yang disediakan oleh perbankan, mengalami lonjakan pertumbuhan yang sangat masif.
Nilai pinjaman berjalan untuk fasilitas pay later perbankan meroket hingga 37,29 persen. Fenomena ini tidak lagi menjadi sekadar tren musiman, melainkan telah bertransformasi menjadi gaya hidup baru yang didominasi oleh generasi muda, dengan total jumlah rekening menembus angka 31,76 juta.
“Pertumbuhan pembiayaan melalui skema Buy Now Pay Later oleh perbankan menunjukkan dinamika penyesuaian industri terhadap kebutuhan digital masyarakat. Kendati tumbuh sangat pesat, OJK memastikan manajemen risiko dan aspek pelindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama,” tulis OJK dalam siaran persnya, Jumat (5/6/2026).
Di luar tren pay later, fungsi intermediasi perbankan secara umum masih berjalan di jalur yang positif. Penyaluran kredit secara industri tumbuh sebesar 9,98 persen secara tahunan (year-on-year), yang sebagian besar didorong oleh penyerapan kredit investasi oleh sektor korporasi. Ketahanan perbankan juga dinilai sangat aman, tercermin dari rasio kecukupan modal yang bertengger kokoh di level 23,97 persen.












