Uncategorized

Pemkot Kendari Libatkan RT RW Kejar Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang Masih 36,4 Persen

×

Pemkot Kendari Libatkan RT RW Kejar Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang Masih 36,4 Persen

Sebarkan artikel ini

Kendari, Portal.id – Pemerintah Kota Kendari bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari terus berkomitmen memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi seluruh tenaga kerja, terutama mereka yang bergerak di sektor informal yang selama ini belum banyak tersentuh jaminan sosial. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Gerakan RT/RW Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dipadukan dengan Program Keagenan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI). Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, pada Kamis (21/5/2026), dan dihadiri oleh ratusan peserta dari unsur pemangku kepentingan tingkat daerah hingga lingkungan.

Acara sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Kendari, La Ode Abdul Manas Salihin. Turut hadir menyaksikan dan mengikuti kegiatan tersebut sejumlah camat, lurah, serta para ketua RT dan RW dari berbagai wilayah di se-Kota Kendari. Kehadiran para pemimpin lingkungan ini menjadi kunci utama, mengingat mereka adalah garda terdepan yang paling dekat dan memahami kondisi riil masyarakat di lapangan.

Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi langkah strategis dan terobosan penting dalam upaya meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. Fokus utama program ini diarahkan pada para pekerja sektor informal, seperti pedagang kecil, pekerja harian lepas, pengemudi kendaraan umum, pengrajin, dan pekerja mandiri lainnya, yang selama ini jumlahnya cukup besar namun masih minim mendapatkan perlindungan sosial resmi dari negara.

Dalam sambutannya, La Ode Abdul Manas Salihin menyampaikan bahwa kegiatan dan program yang digagas ini merupakan tindak lanjut langsung dari arah kebijakan nasional yang bertujuan mengoptimalkan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab konstitusional dan kewajiban moral untuk memastikan bahwa setiap warga negara yang bekerja, dalam bentuk apa pun pekerjaannya, wajib memperoleh perlindungan sosial yang layak, memadai, dan terjamin demi meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar memastikan seluruh pekerja, baik formal maupun informal, memperoleh perlindungan sosial yang layak. Ini adalah bentuk upaya kita meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kendari secara menyeluruh. Program BPJS Ketenagakerjaan ini bukan sekadar administrasi atau iuran rutin semata, melainkan sebuah investasi masa depan dan jaring pengaman sosial,” ujar Manas Salihin di hadapan para peserta sosialisasi.

Ia juga menegaskan kembali peran vital lembaga BPJS Ketenagakerjaan yang keberadaannya diamanatkan undang-undang. Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berfungsi memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, hingga risiko kematian, tetapi juga merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Melalui lembaga ini, negara menjamin rasa aman, ketenangan, dan kepastian hukum bagi setiap pekerja serta keluarga yang ditanggungnya, agar tidak jatuh ke dalam kesulitan ekonomi saat menghadapi musibah.

Meski kesadaran mulai tumbuh, Pemerintah Kota Kendari mengakui masih menghadapi tantangan yang cukup besar dalam upaya mencapai target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) atau perlindungan menyeluruh bagi seluruh tenaga kerja di wilayahnya. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari per tanggal 20 Mei 2026, cakupan kepesertaan dan perlindungan pekerja di Kota Kendari baru mencapai angka 36,4 persen dari total estimasi jumlah tenaga kerja yang ada.

Angka tersebut dinilai masih sangat rendah dan jauh dari target ideal yang diharapkan, yakni seluruh pekerja terdaftar dan terlindungi. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerja, khususnya di sektor informal, yang belum memiliki jaminan apa pun. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama, kolaborasi, dan sinergitas dari semua pihak, mulai dari pemerintah, lembaga penyelenggara, hingga peran aktif para ketua RT dan RW yang berada di garda terdepan masyarakat.

“Melalui Gerakan RT/RW Sadar Jamsostek ini, kami sangat berharap para ketua RT dan RW dapat menjadi motor penggerak, pelopor, sekaligus menjadi tenaga penyuluh yang handal di lingkungannya masing-masing. Kalianlah yang paling tahu siapa saja warga di wilayah kalian yang bekerja apa dan belum terlindungi. Berikan edukasi yang benar, sampaikan manfaatnya, dan ajak mereka bergabung, karena ini demi kebaikan mereka sendiri dan keluarga,” tambah Manas Salihin menegaskan harapan pemerintah daerah.

Selain menggerakkan peran RT dan RW, kegiatan ini juga sekaligus memperkenalkan dan mendorong implementasi Program Keagenan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia atau yang disingkat dengan PERISAI. Program ini dirancang khusus agar mampu memperluas akses layanan serta memudahkan proses pendaftaran peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga menjangkau tingkat kelurahan dan lingkungan terkecil.

Program PERISAI sendiri merupakan inovasi sistem keagenan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat umum, tokoh masyarakat, maupun pemuka adat dan agama, untuk berperan sebagai agen penggerak. Tugas utama para agen ini adalah membantu sosialisasi informasi, memberikan pelayanan konsultasi, hingga memfasilitasi proses pendaftaran peserta baru secara mudah dan dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi datang jauh ke kantor cabang, namun pelayanan justru yang mendatangi masyarakat.

Sementara itu, perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari, Putra, dalam pemaparan materinya menyebutkan bahwa Gerakan RT/RW Sadar Jamsostek dan Program PERISAI merupakan dua sisi mata uang yang saling melengkapi dan menjadi langkah strategis utama dalam memperluas perlindungan sosial ketenagakerjaan di tengah masyarakat.

Menurut Putra, salah satu kendala utama yang menyebabkan masih banyaknya pekerja sektor informal yang belum terdaftar sebagai peserta adalah minimnya akses informasi dan kurangnya pemahaman mendalam mengenai manfaat serta hak yang akan diperoleh jika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Banyak dari mereka yang menganggap ini beban, padahal justru ini adalah perlindungan.

“Melalui Program PERISAI ini, kita memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk berperan aktif menjadi agen penggerak. Mereka akan kita bekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan sosialisasi, sekaligus membantu memproses pendaftaran peserta baru. Konsepnya adalah pelayanan jemput bola. Kami sadar bahwa untuk menjangkau sektor informal, pendekatan birokrasi biasa tidak akan efektif, harus ada pendekatan kekeluargaan dan kebersamaan seperti ini,” jelas Putra menjelaskan mekanisme program.

Ia sangat berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kendari serta keterlibatan sungguh-sungguh dari para ketua RT, RW, dan para agen PERISAI dapat mendorong lonjakan peningkatan angka cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Kendari secara signifikan dalam waktu dekat. Targetnya adalah menekan angka ketidakpastian perlindungan dan memastikan semakin banyak warga Kendari yang merasakan manfaat perlindungan negara.

Para peserta kegiatan terlihat antusias mengikuti setiap sesi materi, diskusi, dan tanya jawab. Mereka berkomitmen untuk menyampaikan kembali informasi yang didapatkan kepada warga di lingkungan masing-masing serta turut aktif menggerakkan warga untuk segera mendaftar dan memiliki kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Kendari dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendari optimis dapat mempercepat pencapaian cakupan perlindungan menyeluruh. Sinergi ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama agar tidak ada satu pun pekerja di Kota Kendari yang tertinggal tanpa perlindungan sosial, mewujudkan masyarakat yang sejahtera, aman, dan terlindungi sepenuhnya. (ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id