Portal.id, KENDARI – Para raja dan sultan yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan komitmen tegas mendukung penuh program pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan hari ulang tahun ke-62 Sultra, Minggu (26/4/2026).
Sultan Buton XLI yang juga Ketua Lembaga Adat Kesultanan Buton (LAKB), PYM H. HLM Syamsul Qamar, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menyatukan persepsi seluruh pemangku adat dalam mendukung kemajuan Sultra.
“Pertemuan pada malam hari ini sebenarnya untuk menyatukan persepsi kita untuk mendukung sepenuhnya pembangunan di Sulawesi Tenggara. Pada momen hari ulang tahun ini tentunya kami dari raja-raja dan sultan di Sultra sangat mendukung dan mendoakan. Semoga provinsi ini dapat maju, dan gubernur serta wakil gubernur bersama seluruh jajaran pemerintah bekerja dengan baik dan diberkati oleh Allah SWT,” ujarnya, Minggu (26/4) malam.
Senada dengan itu, Koordinator Wilayah MAKN Sultra, Muh. Rajulan, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengawal dan menyukseskan berbagai program strategis pemerintah daerah.
“Wilayah MAKN Sultra tentu saja mendukung semua program yang direncanakan oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, dengan harapan para raja dan sultan juga ikut mengambil peran dalam mendukung pembangunan serta menyukseskan program-program yang telah di canangkan,” katanya.
Dukungan serupa juga disampaikan Ketua MAKN Muna, YM La Ode Riago. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemimpin adat dan pemerintah dalam membangun daerah, khususnya melalui penguatan nilai-nilai budaya.
“Kami bersepakat bahwa mendukung kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur saat ini adalah bagian dari komitmen bersama. Raja dan sultan memiliki tujuan utama dalam pelestarian budaya dan adat istiadat, termasuk mengangkat kembali nilai-nilai situs budaya serta warisan leluhur di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Sekretaris MAKN Sultra yang juga Ketua V DPP MAKN Sultra, YM Mokole Andi Muslimin Sangia Pusu, juga berkomitmen dan mendukung penuh kebijakan serta langkah Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra dalam menjaga dan mengangkat marwah budaya kerajaan dan kesultanan.
“Sejak sebelum menjabat sebagai gubernur, beliau telah memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian budaya berbasis kerajaan dan kesultanan, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Bahkan, berbagai gelar adat telah disematkan sebagai bentuk pengakuan dari lembaga adat di Sultra,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterkaitan sejarah antar kerajaan di Sulawesi menunjukkan adanya akar leluhur yang sama, sehingga menjadi dasar kuat untuk mempererat persatuan dalam pembangunan daerah.
“Dengan posisi pemerintahan saat ini, menjadi tanggung jawab kita bersama bahwa kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur adalah milik seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara. Tujuannya untuk mewujudkan kesejahteraan, kedamaian, dan masyarakat yang religius,” lanjutnya.
Ke depan, MAKN Sultra berharap adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mendukung pelestarian budaya, termasuk revitalisasi rumah adat, keraton, serta situs-situs bersejarah.
“Kami berharap ada dukungan berkelanjutan, baik melalui APBN, APBD, maupun partisipasi CSR, untuk membenahi rumah adat, makam raja, dan situs budaya lainnya. Ini penting sebagai bagian dari pelestarian jati diri masyarakat Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.
Dengan komitmen bersama tersebut, para raja dan sultan optimistis pembangunan Sultra dapat berjalan selaras dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.(abd)
Untuk diketahui, berikut nama-nama Raja dan Sultan di Sultra:
- YM. Ketua Majelis Adat Kerajaan Nusantara Sultra (MAKN)
- YM. Ketua MAKN Kab. Muna, La Ode Riago, SH
- PYM Ir. H. HLM Syamsul Qamar, MT.,IPU, Sultan Buton XLI, Ketua LAKB.
- PYM.Dr. H. Mberiou Mokole Lukman Abunawas, SH.,M.Si.,MH, Raja Konawe XXXIV
- PYM. La Ode Sirad Imbo, Omputo Wuna XXX, Ketua Lembaga Adat Kerajaan Muna
- PYM. Apua Mokole Nippon Muh. Ali, Raja Poleang Moronene XXXIV Dewan Adat Moronene Kemokolean Poleang (DAM-KP)
- PYM. Drs. Mberiou Mokole Muh. Irwan Tekaka Sao Sao, Raja Laiwoi X, Kendari.
- PYM. Bokeo Hasmito Dachlan, Raja Mekongga XXI.
- PYM. Apua Mokole Kasman Lanota, S.Sos, Raja Kabaena XXX.
- PYM. Pa Apu Mokole Abdul Salam, SH.,M.Si, Raja Wawonii Konkep
- PYM. H.Laode Al Hadist Halami, S.Sos, Pemangku Omputo Raja Tiworo.
- PYM. La Ode Saidi, S.Pd, Lakina Barata Kaledupa
- PYM.Apua Mokole Alfian Pimpie, SH.,M.Ap, Raja Rumbia Keuwia XXXIII
- PYM. La Ode Ansarir Mbai, Raja Lakina Kulinsusu, XXIII, Butur.
- PYM. La Ode Mashyuri, S.Pd, Lakina Wanse, Wakatobi
- PYM.Drs.Mberiou Mokole Rustam Silondae, M.Si, Raja Andoolo XVII, Konsel.
- YM. Ketua MAKN Kab. Kolaka.
- YM. Ketua MAKN Kab. Konawe Selatan.
- YM. Ketua MAKN Kab. Konawe.
- YM. Ketua MAKN Kab. Bombana












