News

Tabung Oksigen Bakal Diimpor untuk Kebutuhan Lonjakan Pasien Covid-19

×

Tabung Oksigen Bakal Diimpor untuk Kebutuhan Lonjakan Pasien Covid-19

Sebarkan artikel ini
Aktivitas ekspor barang di pelabuhan bongkar muat. Foto: Portal.id

Portal.id – Sejumlah rumah sakit di berbagai daerah dilaporkan mengalami kekurangan persediaan tabung oksigen akibat lonjakan kasus Covid-19. Untuk itu, pemerintah berencana mengimpor tabung oksigen untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dalam menangani lonjakan pasien Covid-19.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian untuk mengimpor tabung 6 meter kubik dan 1 meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan yang ada di rumah sakit,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI seperti dikutip dari Katadata pada Kamis (8/7/2021).

Budi mengatakan, proses distribusi oksigen liquid ke rumah sakit dalam volume besar menggunakan tangki dianggap kurang maksimal memenuhi kebutuhan pasien.

Mayoritas rumah sakit lebih banyak yang menggunakan tabung oksigen karena tambahan kamar darurat, sehingga tidak menggunakan oksigen yang sifatnya liquid.

“Kami juga melihat ada sedikit isu di distribusi yang bisa kirim langsung masukkan ke tangki besar liquid untuk didistribusikan dengan jaringan oksigen, sekarang harus dilakukan dalam bentuk tabung,” katanya.

Budi melaporkan, kapasitas produksi oksigen nasional saat ini berjumlah total 866 ribu ton per tahun. Namun, utlisasi pabrik oksigen hanya mencapai 75 persen. Menurutnya, dengan kondisi demikian, maka jumlah produksi riil oksigen setiap tahun sebesar 640 ribu ton.

Sekitar 75 persen atau setara 458 ribu ton di antaranya selama ini digunakan untuk memenuhi oksigen industri seperti produksi baja, nikel, dan lainnya.

“Kuota untuk kebutuhan medis hanya 25 persen atau setara 181 ribu ton per tahun,” kata Budi.

Ia mengaku, pemerintah saat ini sudah mendapatkan komitmen dari kementerian perindustrian agar konversi oksigen dari industri ke kesehatan diberikan sampai 90 persen atau setara 575 ribu ton demi memenuhi permintaan medis di tengah lonjakan kasus Covid-19.

“Kebutuhan oksigen itu salah satunya akan dipasok ke rumah sakit di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Kita harus ada logistik yang disalurkan ke sana,” ungkapnya.

Berdasarkan data PATH, Indonesia membutuhkan 868.202 meter kubik oksigen per hari hanya untuk pasien Covid-19 hingga Kamis, 1 Juli 2021. Jumlah itu setara dengan lebih dari setengah kebutuhan oksigen Asia Tenggara.

Kebutuhan oksigen Filipina dan Malaysia untuk menangani Covid-19 masih di bawah Indonesia, yaitu di atas 200 ribu meter kubik per hari. Filipna membutuhkan oksigen 259.302 meter kubik, sedangkan Malaysia memerlukan oksigen 259.041 meter kubik.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id