Portal.id, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melayangkan undangan kepada Nur Alam untuk menghadiri agenda fasilitasi dan mediasi konflik internal Yayasan Pendidikan Sulawesi Tenggara. Pasalnya, konflik tersebut berdampak pada pengelolaan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, mengatakan pengiriman undangan lanjutan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengentaskan konflik internal Unsultra.
Asrun menjelaskan, undangan kedua itu dikirimkan pada Kamis (5/2/2026). Dalam undangan itu, mediasi diagendakan berlangsung pada Selasa (10/2), di Ruang Rapat Sekda Sultra.
Seperti diketahui, konflik kepengurusan Unsultra melibatkan Muh Yusuf dan Nur Alam. Kedua pihak mengeklaim sebagai pengurus yang sah.
Polemik yang terjadi dinilai berpotensi mengganggu stabilitas tata kelola perguruan tinggi serta kepastian akademik mahasiswa dan civitas academica.
“Fasilitasi ini menjadi wujud iktikad baik pemerintah daerah untuk mendengar keterangan para pihak secara seimbang sekaligus menjaga iklim pendidikan tetap kondusif,” tegas Asrun.
Sebelumnya, mediasi pertama digelar pada 2 Februari 2026. Namun, dalam pertemuan itu Nur Alam tidak hadir. Sehingga Pemprov Sultra kembali mengagendakan mediasi.












