Ekonomi & BisnisNews

Dorong UMKM Tembus Pasar Luas, BI Sultra Perkuat Ekosistem Halal di Bumi Anoa

×

Dorong UMKM Tembus Pasar Luas, BI Sultra Perkuat Ekosistem Halal di Bumi Anoa

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sultra, Hugua didampingi Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi meninjau salah satu stan UMKM di Maimo Sharia Fest 2026. Foto: Istimewa.

Portal.id, KENDARI – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama pemerintah provinsi resmi membuka Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Jumat (24/4/2026). Perhelatan yang digelar di Lippo Plaza Kendari ini dirancang untuk memperkuat ekosistem halal serta memperluas penetapan pasar bagi pengusaha UMKM berbasis syariah.

Agenda yang berlangsung hingga 26 April 2026 ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sultra. Selain itu, festival ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, menegaskan  pemberdayaan pengusaha UMKM kecil menjadi pilar utama dalam festival tahun ini. Berbagai program seperti showcasing produk unggulan, pertemuan bisnis pembiayaan syariah, hingga pendampingan teknis (coaching clinic) dihadirkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

“Sharia Fest ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dalam mendorong UMKM agar semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Edwin.

Selain penguatan modal dan pasar, KPw BI Sultra juga memprioritaskan pengembangan infrastruktur pendukung ekonomi syariah. Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) serta fasilitasi sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM.

Di sisi keuangan sosial, festival ini juga mengintegrasikan program edukasi terkait  Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) serta lelang wakaf produktif untuk memberikan dampak sosial yang lebih nyata bagi masyarakat.

Ajang Sharia Fair yang menjadi bagian dari festival ini menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner olahan, mode fesyen muslim, hingga komoditas hasil pertanian. Salah satu yang menonjol adalah partisipasi dari unit usaha pondok pesantren di Sultra yang mulai bertransformasi ke arah kemandirian ekonomi.

Melalui sinergi lintas instansi ini, BI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra optimistis bahwa ekonomi syariah bukan sekadar tren keagamaan, melainkan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan bagi daerah.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id