Portal.id, KENDARI – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) berupaya memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata halal unggulan di Indonesia. Upaya ini diwujudkan melalui gelar wicara (talkshow) bertajuk “Travel, Halal & Repeat: Anak Muda Sadar Pariwisata Ramah Muslim” yang dihelat di Lippo Plaza Kendari, Jumat (24/4/2026).
Agenda yang merupakan bagian dari Sultra Maimo Sharia Fest 2026 ini menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menavigasi tren gaya hidup halal yang kian meningkat. Sulawesi Tenggara dinilai memiliki modal kuat untuk memimpin sektor ini berkat kekayaan alam, budaya, dan ragam kuliner lokalnya.
BI memandang generasi muda sebagai aktor kunci yang mampu menghadirkan inovasi agar destinasi wisata di Bumi Anoa menjadi lebih nyaman, inklusif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
Dalam forum tersebut, sejumlah pakar dan praktisi berbagi perspektif mengenai cara membangun ekosistem wisata yang ramah muslim tanpa menghilangkan esensi inklusivitasnya.
Manajer Eksekutif KDEKS Sultra, Samdin, bersama Annisa Elma Nabila dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, membedah peluang ekonomi syariah dari sisi regulasi dan kebijakan moneter.
Sementara itu, aspek kreativitas dan promosi digital diulas oleh pembuat konten (content creator) Indira Alaika serta Ilham Bagiro.
Forum ini mengajak para peserta untuk melihat pariwisata halal bukan sekadar label keagamaan, melainkan standar layanan universal yang menekankan pada kemudahan akses ibadah dan konsumsi pangan halal bagi pelancong.
Edukasi ini diharapkan dapat mengubah pola pikir generasi muda agar lebih peka terhadap potensi ekonomi di sekitar mereka. Dengan meningkatnya literasi mengenai halal tourism, Sulawesi Tenggara diharapkan mampu menciptakan destinasi yang berkelanjutan.
KPw BI Sultra optimistis sinergi antara konten kreatif anak muda dan dukungan kebijakan daerah akan mempercepat penguatan ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara. Langkah ini diproyeksikan tidak hanya mendatangkan wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara yang mencari pengalaman wisata ramah muslim yang autentik.












