Portal.id, NASIONAL – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh tren suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama (higher for longer) dan tekanan inflasi yang belum mereda, stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia dilaporkan masih berada dalam kondisi yang kokoh.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan daya tahan ekonomi domestik yang kuat serta permodalan yang tebal menjadi benteng utama dalam menghadapi gejolak pasar keuangan global saat ini. Langkah-langkah antisipatif terus diambil guna memastikan volatilitas di pasar global tidak menular secara destruktif ke dalam sistem keuangan nasional.
“OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang manageable di tengah ketidakpastian pasar keuangan global akibat kebijakan moneter beberapa negara maju yang masih kontraktif,” tulis OJK dalam siaran persnya, Jumat (5/6/2026).
Meskipun demikian, otoritas tetap meminta seluruh pelaku industri keuangan untuk memperkuat skenario uji ketahanan. Hal ini penting guna mengantisipasi potensi pemburukan kondisi likuiditas maupun risiko kredit yang bisa saja terjadi jika tekanan global berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.












