Portal.id, NASIONAL – Pasar saham Indonesia tengah mengalami fase konsolidasi yang cukup berat. Sepanjang Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi sebesar 11,92 persen (month-to-mouth). Penurunan ini diwarnai oleh aksi jual bersih oleh investor asing yang memanfaatkan momentum fluktuasi global.
Namun, di balik lesunya pergerakan indeks, aktivitas perdagangan justru menunjukkan volume yang sangat besar. Nilai transaksi harian rata-rata melonjak signifikan hingga menyentuh angka Rp22,86 triliun. Di sisi lain, pasar modal Indonesia juga kedatangan arus investor baru, di mana jumlah investor terdaftar kini melonjak 36,27 persen sejak awal tahun, menembus angka 27,75 juta investor.
“Di tengah volatilitas pasar saham, OJK terus melakukan langkah pendalaman pasar. Upaya ini terlihat dari pertumbuhan basis investor domestik yang signifikan, yang menjadi penopang stabilitas pasar saat modal asing keluar,” jelas OJK dalam siaran persnya, Jumat (5/6/2026).
Kontras dengan pasar saham yang terkoreksi, pasar aset kripto domestik justru terus merekrut pengguna baru. Hingga pertengahan tahun ini, jumlah akun konsumen kripto di Indonesia telah mencapai 21,70 juta akun. Pertumbuhan yang masif ini direspons OJK dengan memperketat pengawasan, termasuk memberikan izin resmi kepada PT Luno Indonesia Ltd sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital yang sah guna menjamin aspek legalitas dan keamanan konsumen.












