Portal.id, NASIONAL – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) se-Indonesia bakal mengikuti retret nasional selama empat hari di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, pada 7 – 10 Agustus 2025. Kegiatan itu bertujuan memperkuat konsolidasi internal dan membentuk jiwa pengusaha pejuang yang berwawasan kebangsaan.
Retret bertajuk “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Dunia Usaha” itu dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, para wakil ketua umum, kepala badan, ketua umum Kadin provinsi, hingga alumni Lemhanas. Rencananya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka acara secara langsung pada Jumat (8/8).
“Retret ini bertujuan membangkitkan kesadaran kolektif anggota Kadin agar menjadi pengusaha pejuang berwawasan kebangsaan dan menjadi mitra aktif pemerintah yang memberikan kontribusi riil kepada bangsa dan negara,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, Jumat (1/8).
Menurut Anindya, penyelenggaraan retret di Lembah Tidar bukan untuk menjadikan pengusaha sebagai tentara, tetapi untuk menyerap nilai-nilai semangat juang.
“Ada nilai yang dapat dipelajari para pengusaha, yakni semangat juang seperti tentara tempur,” katanya.
Retret ini juga menjadi ajang penyelarasan visi Kadin dengan arah pembangunan nasional, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita semua tahu betapa padatnya jadwal Bapak Presiden. Ini harapan Kadin dan kami sudah mengirimkan undangan kepada beliau,” jelas Anindya.
Ia menambahkan bahwa kondisi global saat ini dipenuhi ketidakpastian, termasuk eskalasi geopolitik seperti perang Israel-Iran yang terjadi pada Juni lalu. Oleh karena itu, kata Anindya, dunia usaha harus memiliki daya tahan tinggi.
“Pelaku bisnis harus tahan banting dalam menghadapi semua situasi, sesulit apa pun. Dalam menghadapi kondisi ekonomi yang semakin sulit, para pelaku bisnis harus bisa mengembangkan usahanya, minimal mampu mempertahankan usaha dan tidak melakukan PHK. Inilah yang disebut pengusaha pejuang,” tegasnya.
Retret juga akan memuat materi ekonomi, politik, dan wawasan kebangsaan. Fokus utama pada empat program prioritas Kadin, yakni Makan Bergizi Gratis, Klinik Gotong Royong, Pembangunan Tiga Juta Rumah, dan Pengiriman Pekerja Migran.
Selain itu, peserta juga akan dibekali pengetahuan seputar investasi, perdagangan, kedaulatan energi dan pangan, hingga dinamika geopolitik global. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam ketahanan nasional.
“Kedaulatan politik takkan berarti tanpa kedaulatan ekonomi. Dunia usaha harus berjiwa juang, mandiri, dan berpijak pada bumi Pancasila,” ujar Anindya, mengutip Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo.
Lima tujuan utama dari retret itu meningkatkan wawasan kebangsaan, menyelaraskan visi pembangunan, memperkuat kontribusi usaha terhadap ketahanan nasional, dan memperkuat konsolidasi Kadin hingga ke daerah.
Setiap peserta wajib mengikuti seluruh sesi dan menyusun makalah empat halaman sebagai penugasan akhir.
“Setiap peserta nantinya diberikan sertifikat sebagai tanda lulus retret,” pungkas Anindya.










