News

Kepala Bandara Haluoleo Kendari Minta Maaf soal Dugaan Intimidasi Jurnalis ANTARA

×

Kepala Bandara Haluoleo Kendari Minta Maaf soal Dugaan Intimidasi Jurnalis ANTARA

Sebarkan artikel ini
Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto dan Wartawan LKBN Antara Sultra, La Ode Muh. Deden Saputra sepakat berdamai terkait inisiden dugaan intimidasi saat peliputan. Foto: Portal.id

Portal.id, KENDARI – Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi terkait insiden yang menimpa wartawan ANTARA Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Muh. Deden Saputra, saat meliput keberangkatan rombongan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Haluoleo, Jumat (8/8/2025) pagi.

Dalam konferensi pers yang dihadiri perwakilan organisasi wartawan dan Kepala Biro ANTARA Sultra, Zabur Karuru, Denny mengakui adanya kekeliruan dalam prosedur dan komunikasi teknis di lapangan. Ia menegaskan peristiwa itu tidak bermotif mengintimidasi jurnalis.

“Saya tidak ada sedikitpun niat buruk terhadap rekan-rekan wartawan. Kesalahpahaman ini terjadi karena kurangnya sosialisasi terkait ketentuan teknis peliputan di bandara,” kata Denny, Sabtu (9/8).

Denny menjelaskan, secara umum tidak ada larangan pengambilan foto atau video di area bandara. Namun, ada area terbatas seperti Security Check Point (SCP) yang diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 39 Tahun 2024 dan Surat Edaran Nomor 05 Tahun 2025 dari Ditjen Perhubungan Udara. Pengambilan gambar di titik ini hanya boleh dilakukan dengan izin resmi kepala bandara.

Ia berjanji pihaknya akan lebih proaktif memberikan informasi dan pendampingan kepada jurnalis selama proses peliputan.

“Dengan kerendahan hati saya mohon maaf apabila dalam melaksanakan tugas ada kesalahan prosedur. Hanya saja ada ketentuan teknis di bandara yang belum tersosialisasi sehingga terjadi kesalahpahaman,” ucapnya.

Kepala Biro ANTARA Sultra, Zabur Karuru mengapresiasi penyelesaian damai itu. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Sementara wartawan ANTARA Sultra, Deden menerima permintaan maaf yang disampaikan Denny Ariyanto.

“Saya tidak sempat koordinasi karena langsung merekam. Kami harap diberikan ruang untuk meliput di bandara. Untuk permintaan maaf ini saya terima,” tutur Deden.

Dugaan Intimidasi: Video dan Foto Liputan Dihapus

Dugaan pengintimidasian itu sekitar pukul 06.20 Wita, ketika Deden tengah merekam momen keberangkatan rombongan KPK di area check-in Bandara Haluoleo yang membawa tersangka korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan RSUD Kolaka Timur (Koltim). Meski sempat ditegur oleh seseorang berseragam rompi merah—belakangan diketahui sebagai Kepala Bandara Haluoleo, Denny Ariyanto—Deden tetap melanjutkan peliputan karena menjalankan tugas sebagai seorang jurnalis.

Tak berselang lama, sejumlah petugas bandara mendatangi Deden dan melarang pengambilan gambar dengan alasan area tersebut merupakan “daerah sensitif”. Deden kemudian dipaksa membuka ponsel dan menghapus video yang telah direkam. Setelahnya, petugas kembali memeriksa ponsel untuk memastikan video benar-benar telah terhapus.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id