Pendidikan & BudayaPeristiwa

Makna Paskah dan Jumat Agung Dalam Prespektif Kakanwil Kemenag Sultra

×

Makna Paskah dan Jumat Agung Dalam Prespektif Kakanwil Kemenag Sultra

Sebarkan artikel ini
Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad.

Kendari, Portal.id – Perayan Jumat Agung yang jatuh pada hari ini, Jumat 2 April 2021 kemudian akan dilaksanakan perayaan Paskah pada Minggu, 4 April 2021 bagi umat kristiani dijadikan momentum membawah suka cita bagi umat Kristiani mengenang peristiwa kematian Yesus serta hari kebangkitan-Nya.
“Kepada seluruh umat Kristiani di Sulawesi Tenggara, saya mengucapkan Selamat Hari Jumat Agung dan Paskah, 2 dan 4 April 2021, semoga momentum tersebut membawa cita cita bagi umat Kristiani untuk mengenang peristiwa kematian Yesus serta hari kebangkitan-Nya,” kata Kakanwil kemenag Sultra, Fesal Musaad.
Menurut Fesal, Esensi nilai dari peristiwa tersebut adalah menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan kemanusiaan, karena secara normatif dan historis ajaran Kristiani adalah cinta kasih dan menjunjung nilai toleransi, perdamaian dan persaudaraan tanpa mengenal batas negara dan bangsa. Nilai-nilai inilah yang harus diimplementasikan.
Paskah dan Jumat Agung tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pemerintah dan masyarakat sedang berupaya memutus mata rantai penyebaran virus dengan kecenderungan orang dalam jumlah besar.
Umat ​​Kristiani harus memahami makna paskah secara mendalam. Tentu dengan berupaya menyelamatkan jiwa manusia di tengah mewabahnya virus corona.
Kepada umat Nasrani, saya berpesan tentang penting menjaga kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Menurut saya, tokoh agama terbukti signifikan mengembangkan ketiganya.
Tiga aspek yakni, kebangsaan dan kemanusian merupakan kemasan yang indah dan mempesona dalam rumah besar NKRI.
Tema Paskah tahun ini adalah:
“Berpaling kepada Sang Hidup.” Saya berpandangan bahwa tema tersebut merupakan transformasi iman dalam kehidupan yang terus berubah. Kehidupan keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan harus berubah menjadi lebih baik.
Keterkaitan antara tiga aspek tersebut bukan hanya terkait Indonesia, tapi juga masyarakat dunia. Saat ini, di tengah pandemi COVID-19 banyak terjadi tragedi kemanusian di belahan dunia termasuk di negeri kita tercinta.
Para tokoh agama kita dengan berbagai kedalaman ilmu, kesalehan ibadah, serta dengan keragaman kearifan lokalnya menjadi semakin memiliki tingkat urgensi dan relevansi yang tinggi untuk terus menyuarakan pentingnya dan kemanusiaan kita.
Fesal sangat yakin para pemuka agama adalah mereka yang tidak saja merasa bergetar ketika ayat-ayat Tuhan dibaca dan didengar, tapi juga tergelitik saat agama, bangsa, dan kemanusian tidak terganggu.
Karena itu, atas dasar cinta dan kedamaian, para pemuka agama berada di garda terdepan dalam menghadapi penjajahan dan ketidakadilan. Atas dasar cinta dan kasih sayang, para tokoh agama bersatu untuk menolong dan sesama sesama manusia menuju jalan Nya yang lapang menuju jalan kebahagian dan keselamatan serta jalan kedamaian.
Itulah tokoh-tokoh agama, pemuka agama, pimpinan majelis agama, orang-orang yang tulus dan bersih tanpa pamrih. Karena laku hidupnya dipersembahkan tidak lagi hanya untuk yang bersifat fana saat ini dan kini, tapi juga untuk kekal nan abadi.
Mereka selalu meneduhkan dan mencerahkan, di saat yang lain meresahkan dan memanaskan. Mereka juga memberi inspirasi di saat lain memprovokasi. Mereka ikut tidak terganggu saat terjadi tragedi kemanusiaan di negeri ini akibat virus corona.
Semua umat memiliki tempat terhormat sebagai makhluk Nya. Jadi bukan hak kita untuk saling mencela, apalagi saling mencaci.
Inti ajaran agama pada hakikatnya adalah memanusiakan manusia. Para agamawan dan pendahulu kita mengajar ajaran agama dengan akhlak yang mulia dan perilaku terpuji yang sangat mempesona.
Selamat menghayati Minggu Sengsara menjelang Paskah ini. Mari Kita terus berjuangan dan berdoa agar wabah virus corona atau COVID-19 berakhir di negeri kita sehingga kehidupan kita menjadi baru kembali sesuai tema Paskah.
Untuk umat kristiani, tidak usah khawatir atas musibah bom bunuh diri di Depan Katedral Makassar, karena aksi dan pelaku itu adalah musuh bangsa, dan musuh semua agama.
Untuk itu kepada seluruh umat beragama, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk senantiasa menjaga ketenangan dan kedepankan jiwa agar suasana selama Paskah menjadi semakin kondusif agar umat Kristiani memperingati peristiwa bersejarah tersebut.
Terima kasih dan syaloom.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id