NewsPendidikan & Budaya

Kejar Predikat Unggul, Unsultra Jalin Kolaborasi dengan Universitas Pakuan  

×

Kejar Predikat Unggul, Unsultra Jalin Kolaborasi dengan Universitas Pakuan  

Sebarkan artikel ini
Rektor Unsultra dan Rektor Universitas Pakuan menunjukkan dokumen MoU. Foto: Istimwa.

Portal.id, SULAWESI TENGGARA – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mulai memetakan strategi baru untuk mendongkrak mutu kelembagaannya di panggung pendidikan tinggi nasional. Kampus yang berbasis di Kota Kendari ini memilih menyeberang ke Pulau Jawa untuk mengadopsi tata kelola dari salah satu perguruan tinggi swasta peraih akreditasi tertinggi di Indonesia.

Langkah tersebut dikonkretkan melalui kesepakatan kemitraan strategis yang ditandatangani oleh Rektor Unsultra, Jamhir Safani, bersama Rektor Universitas Pakuan, Didik Notosudjono, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/6/2026).

Kemitraan ini memfokuskan pada transfer pengalaman terkait pengelolaan institusi, mengingat ketatnya standar instrumen akreditasi nasional yang kini menuntut perguruan tinggi di daerah untuk bertransformasi secara radikal.

Rektor Unsultra, Jamhir Safani, mengungkapkan keputusan untuk menjalin kolaborasi dengan Universitas Pakuan didasari oleh posisi kampus tersebut yang kini bertengger di jajaran 20 besar perguruan tinggi swasta terbaik secara nasional, serta menempati peringkat ke-61 dari seluruh universitas di Indonesia.

“Kami memilih bekerja sama dengan Universitas Pakuan karena merupakan perguruan tinggi swasta yang telah meraih akreditasi Unggul. Selain itu, Universitas Pakuan juga masuk dalam 20 besar perguruan tinggi swasta terbaik secara nasional dan berada pada peringkat 61 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Tentu capaian ini menjadi pengalaman berharga yang perlu kami pelajari,” ujar Jamhir.

Bagi perguruan tinggi di luar Pulau Jawa, menembus predikat akreditasi Unggul merupakan tantangan tersendiri yang berkaitan erat dengan pemenuhan mutu sumber daya manusia dan produktivitas riset. Unsultra memosisikan kerja sama ini sebagai instrumen untuk membedah formula yang digunakan Universitas Pakuan dalam memenuhi indikator-indikator ketat tersebut.

Jamhir menegaskan, orientasi dari kesepakatan ini tidak akan berhenti pada urusan administratif di atas kertas, melainkan pada serangkaian program taktis di lapangan.

“Kerja sama dengan perguruan tinggi swasta yang mempunyai akreditasi Unggul perlu dilakukan untuk menggali pengalaman mereka dalam meraih predikat tersebut. Kami ingin belajar tentang tata kelola perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, penguatan penelitian, serta berbagai indikator yang mendukung pencapaian akreditasi Unggul,” katanya.

Selain perbaikan tata kelola internal, implementasi dari kemitraan ini diproyeksikan mencakup program pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif antardaerah, hingga penyelenggaraan forum akademik bersama.

“Melalui MoU ini, kami berharap akan lahir berbagai program nyata, mulai dari penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar akademik, hingga pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pengalaman Universitas Pakuan dapat menjadi referensi bagi Unsultra dalam meningkatkan kualitas institusi secara berkelanjutan,” tambah Jamhir.

Rencana adopsi sistem ini disambut positif oleh pihak mitra. Rektor Universitas Pakuan, Didik Notosudjono, menyatakan kesiapannya untuk segera menurunkan kesepakatan ini menjadi agenda kerja konkret guna mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Di sisi lain, dorongan ekspansi mutu ini juga mendapatkan restu penuh dari pihak yayasan yang menaungi Unsultra. Ketua Pembina Yayasan Unsultra, Nur Alam, menilai membuka jaringan dengan kampus-kampus bereputasi nasional merupakan langkah yang tidak bisa ditawar lagi jika universitas di daerah ingin tetap kompetitif.

Melalui pola kemitraan lintas pulau ini, kedua institusi diharapkan mampu memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan tinggi antara wilayah barat dan timur Indonesia, sekaligus melahirkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri nasional.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id