Portal.id, KENDARI – Bank Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada tahun buku 2025. Di tengah dinamika ekonomi nasional, bank milik pemerintah daerah ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp419,6 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan capaian pada 2024 yang tercatat sebesar Rp418,4 miliar.
Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Jumat (13/3/2026).
Secara kumulatif sejak 2020, laba bersih Bank Sultra meningkat sekitar 61,38 persen. Total aset Bank Sultra per 31 Desember 2025 mencapai Rp14,814 triliun atau tumbuh 5,03 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi kredit yang mencapai Rp9,581 triliun atau naik 3,25 persen dibandingkan 2024.
Gubernur Sultra sekaligus Pemegang Saham Pengendali Bank Sultra, Andi Sumangerukka, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai Bank Sultra merupakan aset penting daerah yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bank Sultra harus menjadi solusi daerah dan mitra utama para kepala daerah dalam membiayai proyek strategis daerah serta memberdayakan UMKM di wilayah masing-masing. Sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim harus menjadi lompatan besar bagi kita untuk memperkuat permodalan dan daya saing yang setara dengan bank nasional,” tegas Andi Sumangerukka RUPS Bank Sultra.
Direktur Utama (Dirut) Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan penguatan sektor produktif menjadi fokus utama perusahaan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit modal kerja sebesar 23,50 persen dan kredit investasi yang meningkat 37,16 persen.
Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta optimalisasi KUR alat dan mesin pertanian (alsintan) juga disebut menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan kredit.
Meski melakukan ekspansi, Bank Sultra menyatakan kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 0,89 persen, jauh di bawah batas yang ditetapkan regulator sebesar lima persen.
“Pencapaian ini membuktikan efektivitas sistem manajemen risiko dan proses penagihan yang proaktif di seluruh unit kerja kami,” ungkap Andri.
Selain kinerja keuangan, Bank Sultra juga mencatat peningkatan pada layanan digital. Jumlah pengguna aplikasi Bank Sultra Mobile tumbuh 28,02 persen, sementara frekuensi transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat hingga 1.371,73 persen.
Gubernur Andi Sumangerukka meminta jajaran direksi untuk terus mengembangkan inovasi layanan digital agar masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati kemudahan transaksi yang sama dengan nasabah di perkotaan.
Ia juga menekankan pentingnya peran perbankan dalam mendukung elektronifikasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) guna mendorong pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.
Sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan daerah, Bank Sultra akan menyalurkan dividen sebesar 75 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Dana tersebut akan disetorkan secara proporsional ke rekening kas daerah para pemegang saham untuk memperkuat anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Selain itu, Bank Sultra juga berkomitmen menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk berbagai program, mulai dari pendidikan, keagamaan, kesehatan, hingga bantuan bagi rumah tidak layak huni.
Memasuki 2026, Bank Sultra menargetkan total aset meningkat menjadi Rp14,93 triliun. Perusahaan juga berencana meluncurkan sejumlah layanan baru, termasuk internet banking, fitur cardless withdrawal, serta produk pembiayaan ramah lingkungan atau green financing.
Menutup pernyataannya, Direktur Utama Bank Sultra menyampaikan apresiasi kepada para pemegang saham, nasabah, dan pemangku kepentingan yang dinilai telah memberikan kepercayaan kepada Bank Sultra.
Ia berharap bank daerah tersebut tetap menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sultra.












