Otomotif & OlahragaPendidikan & BudayaPolitik & Pemerintahan

Perdana di Sultra, Pemkot Kendari Mulai Gunakan Mobil Listrik Untuk Kendaraan Dinas

×

Perdana di Sultra, Pemkot Kendari Mulai Gunakan Mobil Listrik Untuk Kendaraan Dinas

Sebarkan artikel ini
Wali kota Kendari lakukan uji coba menggunakan mobil listrik

Dari 17 kabupaten kota di Sulawesi Tenggara (Sultra), maka Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang perdana melaunching mobil listrik Hyundai LoniQ Electric jenis sedan untuk kendaraan dinas lingkup Pemkot Kendari yang dilakukan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kota ke-190, Minggu.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, kehadiran kendaraan listrik berbasis baterai ini menjadi salah satu cara daerah memperkenalkan potensinya.

“Kita tahu bersama Sultra ini memiliki deposit nikel terbesar di dunia. Dan salah satu produk dari hasil nikel ini adalah baterai litium yang menjadi komponen utama dari kendaraan listrik,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, kendaraan listrik adalah kendaraan masa depan yang ramah lingkungan sehingga bisa menjadikan bumi lebih sehat dan bebas dari polusi udara.

“Jadi inilah alasannya kenapa Kota Kendari mengambil inisiatif untuk menjadi lokomotif memperkenalkan kendaraan listrik kepada masyarakat,” ujar Sulkarnain.

Sulkarnain menegaskan, mobil Hyundai Loniq Electric itu nantinya akan digunakan untuk operasional pemerintah yang pengadaannya dilakukan secara bertahap.

“Dan nanti secara bertahap kita akan mengganti kendaraan-kendaraan yang selama ini masih menggunakan bahan bakar fosil, kita alihkan menjadi bahan bakar listrik karena ramah lingkungan dan jauh lebih hemat,” jelasnya.

Wali kota juga mengimbau masyarakat untuk turut menggunakan produk ini, demi membantu mewujudkan Kota Kendari yang layak huni berbasis ekologi, karena mobil ini lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang.

Sementara itu, Deputi General Manager Regional Sales, PT. Hyundai Motors Indonesia, Bobby Wirawan, mengatakan, mobil listrik Hyundai Loniq Electric memiliki kapasitas baterai 38,3 kWh dan bisa menempuh jarak 311 kilometer.

“Posisi beterai di bawah kabin. Tapi tidak perlu khawatir karena penumpang dan pengendara tidak akan tersengat listrik pada saat mengendarai mobil ini walaupun melewati genangan air karena mobil ini sudah memiliki sertifikat IP69K yang artinya, mobil ini tahan terhadap zat padat seperti debu serta tekanan air daya tinggi dari segala sisinya,” pungkas Bobby Wirawan.

Launching penggunaan mobil listrik untuk kenndaraan dinas tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh ketua PKK Kendari, Sri Lestari Sulkarnain, disaksikan wali kota, wakil wali kota dan unsur Forkopimda Kendari.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id