NewsPendidikan & Budaya

Unsultra Wisuda 247 Mahasiswa dari 13 Program Studi

×

Unsultra Wisuda 247 Mahasiswa dari 13 Program Studi

Sebarkan artikel ini
Ketua Pembina Unsultra, Nur Alam, pada gelaran wisuda Unsultra April 2026. Foto: Istimewa.

Portal.id, KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Sultra) mewisuda 247 mahasiswa dari 11 program studi (prodi) jenjang sarjana (S1) dan dua prodi jenjang magister (S2), Rabu (15/4/2026).

Rektor Unsultra, Jamhir Safani, dalam pidatonya mengingatkan gelar kesarjanaan bukanlah titik akhir, melainkan gerbang pembuka menuju tantangan dunia nyata yang jauh lebih besar.

“Wisuda bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari langkah besar menuju masa depan. Jangan takut gagal, karena setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh,” tegas Jamhir.

Jamhir menyampaikan pesan inspiratif dari tokoh dunia, mulai dari kutipan Nelson Mandela mengenai keberhasilan atas hal yang tampak mustahil hingga nasihat Albert Einstein tentang peluang di balik kesulitan. Ia pun menutup pesan akademiknya dengan mengutip semangat Bung Karno agar lulusan berani menggantungkan cita-cita setinggi langit.

“Masa depan ada di tangan kalian. Melangkahlah dengan percaya diri, terus belajar, dan berikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Syahruddin, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyoroti urgensi transformasi perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil kolaborasi berbagai sektor, termasuk swasta.

Syahruddin juga menggarisbawahi bahwa kunci daya saing institusi di masa depan terletak pada digitalisasi sistem yang adaptif.

“Pendidikan tinggi bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk sektor swasta, dalam membangun sistem yang lebih kuat dan berdaya saing. Pemanfaatan sistem informasi akademik harus terintegrasi secara menyeluruh untuk mendukung proses pembelajaran dan layanan mahasiswa,” ujar Syahruddin.

Ketua Pembina Unsultra, Nur Alam, mengingatkan para lulusan mengenai tanggung jawab moral yang melekat pada gelar yang disandang. Ia menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan harus selalu dibarengi dengan fondasi etika yang kokoh agar tidak disalahgunakan.

“Wisuda bukanlah akhir, tetapi awal dari tanggung jawab besar. Lulusan harus mampu menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan ilmu yang dimiliki. Ilmu harus diiringi dengan moral. Tanpa itu, keahlian justru bisa membawa dampak buruk,” tegas Nur Alam.

Acara wisuda ke-34 untuk program sarjana dan ke-9 untuk program pascasarjana ini ditutup dengan pemberian penghargaan bagi lulusan terbaik, di antaranya mahasiswa pascasarjana yang meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Momen ini sekaligus menjadi bukti komitmen Unsultra dalam menjaga standar mutu pendidikan di Sultra.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id