Portal.id, KENDARI – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam menyampaikan pandangannya terkait kompetensi Direktur Utama (Dirut) Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar.
Dalam keterangannya, Nur Alam menilai posisi pimpinan di lembaga perbankan daerah seperti Bank Sultra sebaiknya diisi oleh figur yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta rekam jejak yang kuat di bidang perbankan.
Ia berpendapat, kepemimpinan di Bank Sultra memerlukan pengalaman dan jenjang karier yang memadai, mengingat skala operasional bank tersebut yang cukup luas.
“Yang bersangkutan (Dirut Bank Sultra) itu tidak kompeten dan tidak memenuhi kompetensi. Jadi selain tidak kompeten, juga tidak memenuhi kompetensi, baik dari sisi jenjang jabatan maupun pengalaman untuk memimpin lembaga yang setingkat,” ujar Nur Alam melalui keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, meskipun berstatus bank pembangunan daerah, Bank Sultra memiliki tanggung jawab yang tidak ringan karena jaringan dan layanannya tersebar di berbagai wilayah.
“Bank Sultra walaupun berdomisili di daerah, itu sama dengan Direktur Utama Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, yang memiliki cabang-cabang utama kemudian cabang pembantu dan tersebar di berbagai tempat,” katanya.
Nur Alam juga menilai kepemimpinan di sektor perbankan daerah perlu memperhatikan aspek penguatan fungsi intermediasi serta kaderisasi internal.
“Intermediasinya pasti lemah. Kemudian sekaligus merusak tatanan kaderisasi internal kader-kader Bank Sultra itu sendiri,” ucapnya.
Ia menambahkan, Bank Sultra dinilai memiliki sumber daya manusia internal yang berpengalaman dan berpotensi untuk mengisi posisi strategis.
“Padahal kader-kader internal Bank Sultra itu sudah cukup banyak yang memiliki kemampuan dan pengalaman,” katanya.
Selain itu, Nur Alam menyinggung pentingnya kepemimpinan yang memiliki pengalaman dan capaian di tengah persaingan industri perbankan yang makin ketat.
“Apalagi kita tidak pernah melihat prestasinya. Jadi enggak ada prestasi,” katanya.












